PENGARUH LAMA PEMASAKAN DAN TINGKAT KEMATANGAN TERHADAP MUTU BUAH NANAS (Ananas comosus (L) Merr) DALAM SIROP GULA DENGAN PENGEMASAN BOTOL KACA

Authors

  • Meida Muhandika Politeknik Negeri Sambas
  • Hidayat Asta Politeknik Negeri Sambas
  • Johan Politeknik Negeri Sambas

DOI:

https://doi.org/10.58184/jfsa.v1i3.128

Keywords:

mutu, nanas, Sambas, sirop gula

Abstract

Masalah yang terjadi adalah kurangnya pemanfaatan buah nanas menjadi olahan produk pangan, sedangkan Kabupaten Sambas merupakan salah satu daerah sentra produksi nanas di Provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Sambas telah memproduksi tanaman nanas mencapai 800,1 ton/tahun atau sekitar 1,07% dari produksi nanas di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama pemasakan sirop gula terhadap mutu nanas dalam sirop gula dan Mengetahui pengaruh tingkat kematangan buah nanas terhadap mutu nanas dalam sirop gula. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Maret 2021 dilakukan di laboratorium Agroindustri Pangan Politeknik Negeri Sambas. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimen, yaitu mengetahui pengaruh pemasakan sirop gula dan tingkat kematangan buah terhadap mutu nanas dalam sirop gula. Rencana percobaan yang dilakukan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan pada penelitian ini adalah lama pemasakan sirop gula dengan taraf tanpa pemasakan, pemasakan 10 menit dan pemasakan 15 menit. Faktor adalah tingkat kematangan buah nanas dengan taraf buah lewat matang dan buah matang. Masing-masing perlakuan dilakukan pengujian derajat keasaman (pH) dengan dilakukan 3 kali pengulangan. Parameter yang diamati, yaitu keadaan isi, pengujian derajat keasaman (pH) dan organoleptik. Hasil peneitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata setiap perlakuannya pada pengujian derajat keasaman (pH) dan organoleptik.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Meida Muhandika, Politeknik Negeri Sambas

Program Studi Agroindustri Pangan, Jurusan Agrobisnis

Hidayat Asta, Politeknik Negeri Sambas

Program Studi Agroindustri Pangan, Jurusan Agrobisnis

Johan, Politeknik Negeri Sambas

Program Studi Agroindustri Pangan, Jurusan Agrobisnis

References

Agusman, A. (2013). Pengujian organoleptik teknologi pangan. Semarang: Universitas Muhamadiyah Semarang.

Asni, N., Linda. Y., Muzirman., Dewi, N., Kiki, S & Hasniarti. (2004). Perbaikan Produktivitas dan Kualitas Tanaman Duku dan Nenas. Laporan Kegiatan. BPTP Jambi.

Ayustaningwarno, F., TP, S., Retnaningrum, G., Safitri, I., Anggraheni, N., Suhardinata, F., ... & Rejeki, M. S. W. (2015). Aplikasi pengolahan pangan. Yogyakarta, Deepublish.

Badan Pusat Statistik. (2020). Produksi Buah-buahan Menurut Jenis Tanaman Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat.

Dinas Pertanian. (2009). Laporan Tahunan 2009. Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Pemerintah Kabupaten Kediri.

Fardiaz, S. (1992). Mikrobiologi Pengolahan I. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi IPB, Bogor.

Heldman, D. R. (2012). Food Procces Engineering (Second Edition). The AVI Publishing Company, Inc. Wesport

Kartika, B., Puji, H & Supartono, W. (1988). Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan. Yogyakarta, UGM Press.

Larousse, J., & Brown, B. E. (Eds). (1997). Food Canning Technology. New York: Johm Wiley & Sons, Inc.

Lopez, A. (1981). A Complete Course in Canning – Eleventh edition: The Canning Trade, Inc.

Nasiru, N. (2014). Teknologi Pangan Teori Praktis dan Aplikasi. Yogyakarta, Graha Ilmu.

Nugraheni. (2016). Sehat Tanpa Obat dengan Nanas-Seri Apotek Dapur. Yogyakarta, RapHa Publishing. Penerbit Andi.

Nurhikmat, A., Suratmo, B., Bintoro, N., & Suharwadji, S. (2016). Pengaruh suhu dan waktu sterilisasi terhadap nilai F dan kondisi fisik kaleng kemasan pada pengalengan gudeg. Agritech, 36(1), 71-78. https://doi.org/10.22146/agritech.10714

Putri, M. P., & Setiawati, Y. H. (2017). Analisis kadar vitamin C pada buah nanas segar (Ananas comosus (L.) Merr) dan buah nanas kaleng dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan, 2(1), 34-38. http://dx.doi.org/10.56710/wiyata.v2i1.33

Rangkuti, F. (2013). SWOT Balanced Scorecard (Teknik Menyusun Strategi Korporat Yang Efektif Plus Cara Mengelola Kinerja dan Resiko). Jakarta, PT. Gramedia Pustaka Utama.

Shah, W., Khan, A., Zeb, A., Khan, M. A., Shah, F. N., Amin, N. U., Ayub, M., Wahab, S., Ali, M., & Khan, S. H. (2015). Quality evaluation and preparation of apple and olive fruit blended jam. Global Journal Medical Research: L Nutrition and Food Science, 15(1), 1-8.

Soekarto, S. T. (1985). Penilaian Organoleptik (untuk Industri Pangan dan Hasil. Pertanian). Jakarta, Penerbit Bharata Karya Aksara.

Sutrisno, C. D. N., & Susanto, W. H. (2014). Pengaruh Penambahan Jenis Dan Konsentrasi Pasta (Santan Dan Kacang) Terhadap Kualitas Produk Gula Merah [In Press Januari 2014]. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 2(1), 97-105.

Published

2023-10-31

How to Cite

Muhandika, M., Asta, H., & Johan, J. (2023). PENGARUH LAMA PEMASAKAN DAN TINGKAT KEMATANGAN TERHADAP MUTU BUAH NANAS (Ananas comosus (L) Merr) DALAM SIROP GULA DENGAN PENGEMASAN BOTOL KACA. Journal of Food Security and Agroindustry, 1(3), 118–128. https://doi.org/10.58184/jfsa.v1i3.128

Issue

Section

Research Articles