Journal of Food Security and Agroindustry https://pakisjournal.com/index.php/jfsa <p style="text-align: justify;"><strong>The Journal of Food Security and Agroindustry (JFSA)</strong> is a peer-reviewed and open-access triannually (<strong>February, June, and October</strong>) published by the <a href="https://pakisjournal.com/" target="_blank" rel="noopener">PAKIS JOURNAL INSTITUTE</a>. JFSA aims to publish exciting, empirical research, recent science development, and high-quality science that addresses fundamental questions in food security and agroindustry. Processes submitted original scripts related to scope food security and agroindustry and not being published by other publishers. This journal gives readers the state of the art of the theory and its applications in all aspects of food security and agroindustry.</p> <table style="height: 28px;" width="604"> <tbody> <tr> <th>JOURNAL INFORMATION</th> </tr> </tbody> </table> <table style="height: 198px;" width="576"> <tbody> <tr> <th>Journal Title (ISSN ROAD)</th> <td><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2986-0563" target="_blank" rel="noopener">Journal of Food Security and Agroindustry</a></td> </tr> <tr> <th>Abbreviation</th> <td>J. Food Secur. Agroin.</td> </tr> <tr> <th>Initial</th> <td>JFSA</td> </tr> <tr> <th>Open Access</th> <td>Yes</td> </tr> <tr> <th>Country</th> <td>Indonesia</td> </tr> <tr> <th>Language</th> <td>Indonesian, and English</td> </tr> <tr> <th>ISSN</th> <td><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230207221683746" target="_blank" rel="noopener">2986-0563</a> (online) &amp; <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230207381629331" target="_blank" rel="noopener">2986-0555</a> (print)</td> </tr> <tr> <th>DOI Jurnal</th> <td><a href="https://doi.org/10.58184/jfsa">10.58184/jfsa</a></td> </tr> <tr> <th>Publication Frequency</th> <td>3 issues per year (<strong>February, June, and October</strong>)</td> </tr> <tr> <th>Number of Articles</th> <td>Each issue publishes a minimum 5 articles</td> </tr> <tr> <th>Collaboration with</th> <td><a href="https://drive.google.com/file/d/1QFc_pYjgmfd3bTQ_1exYuyS_ZFVNvBqS/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Pergizi Pangan Indonesia</a></td> </tr> </tbody> </table> en-US pakisjournal@gmail.com (Kiki Kristiandi) jfsa@pakisjournal.com (Admin) Fri, 31 Oct 2025 10:03:54 +0000 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Optimasi Suhu dan Waktu Serta Pre-Treatment (Freezing dan Non-Freezing) dalam Pembuatan Dried Fruit Pisang Kepok dan Salak https://pakisjournal.com/index.php/jfsa/article/view/763 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suhu dan <em>pre-treatment</em> terhadap sifat kimia <em>dried fruit</em> dari pisang kepok dan salak menggunakan metode <em>vacuum frying</em>. Perlakuan yang diterapkan terdiri dari dua suhu (80°C dan 90°C) dan dua metode <em>pre-treatment</em> (<em>freezing</em> dan <em>non</em>-<em>freezing</em>), dengan waktu pengeringan selama 75 menit. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, lemak, dan gula, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan pre-treatment memiliki pengaruh signifikan terhadap kadar air dan lemak, terutama pada buah salak. Perlakuan terbaik diperoleh pada suhu 90°C dengan <em>pre-treatment freezing</em>, yang menghasilkan kadar air dan lemak terendah serta kadar gula yang stabil. Kesimpulannya, kombinasi suhu tinggi dan <em>pre-treatment freezing</em> direkomendasikan untuk menghasilkan <em>dried fruit</em> dengan kualitas kimia terbaik. Penelitian ini juga menunjukkan potensi untuk meningkatkan nilai tambah buah tropis lokal, seperti pisang kepok dan salak, melalui teknik pengolahan yang tepat. Hasil ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan industri pengolahan buah di Indonesia.</p> Ruwendi Alfaisyal Copyright (c) 2025 Ruwendi Alfaisyal https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://pakisjournal.com/index.php/jfsa/article/view/763 Fri, 31 Oct 2025 00:00:00 +0000 Inovasi Produk Saus dari Terung Belanda: Respon Sensoris Akibat Penambahan Bumbu Esensial https://pakisjournal.com/index.php/jfsa/article/view/766 <p>Terung belanda (<em>Cyphomandra betacea</em>) merupakan buah bernutrisi di Indonesia dengan potensi ekonomi yang signifikan namun belum dimanfaatkan secara optimal. Pola konsumsi yang terbatas telah menghambat nilainya sehingga diperlukan inovasi produk untuk meningkatkan daya tariknya di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan saus terung belanda dengan nilai tambah dan menilai dampak adanya bumbu esensial terhadap penerimaan sensori produk tersebut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan tiga formulasi berbeda: F1 (lengkap dengan bawang putih dan bawang merah), F2 (tanpa bawang merah), dan F3 (tanpa bawang putih). Uji hedonik dilakukan dengan melibatkan 30 panelis tidak terlatih untuk mengevaluasi rasa, aroma, dan warna saus pada skala 5 poin. Data dianalisis secara deskriptif untuk menentukan skor rata-rata tingkat kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satu jenis bumbu terbaik di semua asfek sensoris. Formulasi F1 paling disukai dari segi rasa, mencapai skor rata-rata tertinggi 4,1 disebabkan oleh kombinasi bumbu yang lengkap dan seimbang. Sebaliknya, formulasi F3 dalam hal aroma (skor rata-rata 3,5) dan warna (skor rata-rata 3,8), di mana aroma yang menarik terkait dengan minyak asiri pada bawang merah dan warna yang menarik dihasilkan dari proses karamelisasi gula dan bawang merah saat pemasakan. Kesimpulannya, F1 adalah formulasi optimal untuk mendapatkan rasa yang paling diinginkan, sementara F3 unggul dalam memberikan aroma dan tampilan visual yang lebih baik. Penelitian ini menyoroti peran penting dari kombinasi bumbu spesifik dalam menentukan profil sensoris akhir dari produk inovatif berbasis terung belanda.</p> Ansar, Agus Salim Syam, Aziza Noor Sheha Arfah Copyright (c) 2025 Ansar, Agus Salim Syam, Aziza Noor Sheha Arfah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://pakisjournal.com/index.php/jfsa/article/view/766 Fri, 31 Oct 2025 00:00:00 +0000 Pengujian Kandungan Babi dalam Produk Olahan Menggunakan Rapid Test Kit https://pakisjournal.com/index.php/jfsa/article/view/769 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kandungan babi dalam produk olahan pangan menggunakan metode <em>rapid test </em>kit sebagai upaya menjamin kehalalan dan keamanan makanan, terutama di daerah dengan mayoritas penduduk muslim seperti Kabupaten Sambas. Deteksi keberadaan bahan tidak halal seperti daging babi sangat penting.. Delapan jenis produk pangan diuji dalam penelitian ini, yaitu mi tiauw, kue selai, kue srikaya, pengembang kerupuk, marshmallow, kuas balas one, TBM, dan sosis bakar. Pemilihan sampel ini dilakukan secara random yang didapatkan di pasar. Pengujian dilakukan di Laboratorium Analisis Mutu Politeknik Negeri Sambas pada bulan Juni 2025 dengan menggunakan alat dan bahan uji sesuai prosedur standar. Prinsip kerja metode ini berdasarkan reaksi antara antigen babi dan antibodi spesifik yang menghasilkan perubahan warna sebagai indikator positif. Hasil menunjukkan bahwa tidak ditemukannya sampel yang mengandung kandungan babi. Namun, perlu pengujian lain yang lebih akurat dibandingkan dengan test kit. Selain itu, pengujian perlu dilakukan beberapa kali untuk mendapatkan data yang akurat.</p> Yuda, Efnu Tarta, Olivia, Tan Charla Chleo, Fathra, Zakiyah Copyright (c) 2025 Yuda, Efnu Tarta, Olivia, Tan Charla Chleo, Fathra, Zakiyah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://pakisjournal.com/index.php/jfsa/article/view/769 Fri, 31 Oct 2025 00:00:00 +0000 Uji Kandungan Siklamat dan Kadar Gula dengan Metode Pengendapan pada Produk Minuman di Kabupaten Sambas https://pakisjournal.com/index.php/jfsa/article/view/770 <p>Pemanis adalah zat yang digunakan untuk memberikan rasa manis pada makanan dan minuman. Siklamat adalah salah satu jenis pemanis buatan yang sering digunakan sebagai alternatif penganti gula dalam berbagai produk makanan dan minuman. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kadar siklamat pada minuman kemasan dan sirop yang beredar di Kabupaten Sambas. Produk-produk yang diuji meliputi berbagai jenis minuman kemasan yang di uji dengan berbagai variasi merek antara lain, yaitu Fruit Tea Strawberry, Nutriboost Strawberry, Floridina, Nu Grean Tea, Sprite, Adem Sari Ching Ku, Amo, Buavita/Guava, Teh Sejuk dan Lemon Drink Ciayow. Metode pengujian siklamat dan kadar gula ialah pengendapan dengan larutan HCI 10%, BaCI 10%, akuades, dan NaNO2 10% yang bertujuan untuk memisahkan zat aktif siklamat dari zat lain dalam sampel. Hasil pengujian kadar gula menunjukkan bahwa dalam sampel minuman bervariasi, dengan nilai tertinggi pada sirop ABC Cocopandan (29,0 g) dan terendah pada Sprite (4,5 g). Hasil analisis kandungan siklamat menunjukkan bahwa seluruh sampel yang diuji tidak mengandung siklamat, ditunjukkan oleh tidak adanya endapan pada larutan uji. Pengujian ini memberikan informasi penting mengenai kadar gula dan keberadaan siklamat dalam produk minuman kemasan yang beredar di Kabupaten Sambas. Temuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih minuman yang lebih sehat serta menjadi dasar bagi pihak berwenang dalam melakukan pengawasan terhadap keamanan pangan.</p> Nuraini, Aas Syafitri, Rini, Partiwi, Uswatun Khasanah Copyright (c) 2025 Nuraini, Aas Syafitri, Rini, Partiwi, Uswatun Khasanah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://pakisjournal.com/index.php/jfsa/article/view/770 Fri, 31 Oct 2025 00:00:00 +0000 Pengaruh Dosis Bahan Kimia Terhadap pH, Total Dissolved Solids (TDS), Klorida, Dan Alkali Dalam Proses Penjernihan Air https://pakisjournal.com/index.php/jfsa/article/view/776 <p>Air yang digunakan dalam proses pengolahan di industri, khususnya pada pabrik kelapa sawit, harus memenuhi standar air bersih agar mendukung efektivitas proses seperti sterilisasi, pengolahan bahan, dan <em>boiler</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis bahan kimia seperti alum, <em>soda ash</em> dan flokulan terhadap parameter air meliputi pH, <em>total dissolved solids</em> (TDS), klorida dan alkalinitas dalam proses penjernihan air. Metode yang digunakan yaitu eksperimen dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Adapun analisis data yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Proses penjernihan dilakukan menggunakan metode <em>jar test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bahan kimia memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap parameter yang diuji. Dosis terbaik dari penelitian ini adalah perlakuan dengan kombinasi 50 ppm alum, 50 ppm <em>soda ash</em>, dan 0,4 ppm flokulan yang mampu menghasilkan air dengan pH 6,3, TDS 68, klorida 11,05 dan alkali 34,6 dan flok yang menyatu sehingga sesuai standar penjernihan air. Dengan demikian, kombinasi dosis tersebut dapat dijadikan sebagai alternatif yang efektif dan optimal dalam unit pengolahan</p> Nurul Ikhsana Copyright (c) 2025 Nurul Ikhsana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://pakisjournal.com/index.php/jfsa/article/view/776 Fri, 31 Oct 2025 00:00:00 +0000