ANALISIS KADAR AIR TEH HERBAL DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) MENGGUNAKAN VARIASI SUHU
DOI:
https://doi.org/10.58184/jfsa.v1i3.140Keywords:
kadar air, suhu, teh daun pandanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu dengan pendekatan pengeringan terhadap kadar air teh daun pandan. Daun pandan merupakan salah satu jenis daun yang memiliki aroma khas yang biasa dimanfaatkan sebagai zat pewarna atau sebagai pemberi aroma pada produk olahan pangan. Kecenderungan pengolahan dalam pembuatan teh yang dibuat adalah yang berasal dari tumbuhan teh itu sendiri sehingga dengan penelitian ini memberikan pengembangan pada jenis teh agar memiliki keragaman. Perlakuan penelitian ini adalah variasi suhu pengeringan pengolahan daun pandan wangi, yaitu suhu 50 °C, 60 °C, dan 70 °C dan lama pengeringan 150 menit. Teh daun pandan yang dihasilkan lalu dilakukan pengujian kadar air. Rancangan metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 kali pengulangan. Hasil data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) untuk menentukan perlakuan yang terbaik. Hasil penelitian menunjukkan sampel terbaik adalah perlakuan suhu 70 °C sebesar 41,51%. Namun, perlakuan suhu 70 °C masih belum memenuhi standar kadar air teh kering maksimal sebesar 8% berdasarkan Standar Nasional Indonesia.
Downloads
References
Ariana, D. (2018). Pengaruh Perasan Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) Terhadap Shigella dysentriae. The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist, 1(1), 67-72.
Balittri, J. T. (2013). Kandungan Senyawa Kimia Pada Daun Teh (Camellia sinensis), Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 19(3), 12-16.
Estiasih, T, dan Ahmadi, K. (2009). Teknologi Pengolahan Pangan. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Faras, A. F., Wadkar, S. S., & Ghosh, J. S. (2014). Effect of leaf extract of Pandanus amaryllifolius (Roxb.) on growth of Escherichia coli and Micrococcus (Staphylococcus) aureus. International Food Research Journal, 21(1), 421.
Fardiaz. (1986). Mikrobiologi Pangan I. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.
Fiana, R. M., & Refdi, C. W. (2018). Pendugaan umur simpan minuman instan teh kombucha menggunakan pendekatan kadar air kritis dengan metode accelerated shelf life test (ASLT). Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 22(2), 150-156. https://doi.org/10.25077/jtpa.22.2.150-156.2018
Lestari, M., Saleh, E. R. M., & Rasulu, H. (2018). Pengaruh umur daun pala dan jenis pengeringan terhadap sifat kimia dan organoleptik teh herbal daun pala. Techno: Jurnal Penelitian, 7(2), 177-190. https://doi.org/10.33387/tk.v7i2.791
Syaputri, E. R., Selaras, G. H., & Farma, S. A. (2021, September). Manfaat Tanaman Jahe (ZIingiber officinale) Sebagai Obat obatan Tradisional (Traditional Medicine) [Prosiding]. Seminar Nasional Biologi (Vol. 1, No. 1, pp. 579-586). https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol1/71
Yulianto, S. (2017). Penggunaan Tanaman Herbal Untuk Kesehatan. Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional, 2(1), 1-7. https://doi.org/10.37341/jkkt.v2i1.37
Yuningtyas, S., Mariam, S., & Nisa, A. (2017). Aktivitas Antihiperglikemia Ekstrak Air Dan Heksana Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius) Terhadap Tikus Putih (Rattus novergicus). Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal), 2(2), 70-76. https://doi.org/10.47219/ath.v2i2.36
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 A’an Utbah Jumanio, Junardi, Hadi Darmansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














1.png)
