ANALISIS SUHU PENYIMPANAN TERHADAP UMUR SIMPAN, SODIUM METABISULFIT DAN WARNA PADA KELAPA PARUT KERING (STUDI KASUS PT. XYZ)
DOI:
https://doi.org/10.58184/miki.v1i2.118Keywords:
kelapa parut kering, suhu penyimpanan, sodium metabisulfitAbstract
Kelapa parut kering (desiccated coconut) merupakan salah satu produk kelapa yang awet yang biasa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan santan, bahan baku pembuatan roti, dan berbagai macam makanan lainnya. Agar memiliki kualitas yang baik selama penyimpanan dilakukan penambahan sodium metabisulfit. Bahan tersebut digunakan sebagai bahan pemutih dan meningkatkan daya umur simpan pada produk kelapa parut kering (desiccated coconut). Maka dari penelitian ini bertujuan untuk melihat kadar sodium metabisulfit, perubahan warna dan berat sampel jika disimpan dengan tingkat suhu yang berbeda sebagai acuan kandungan kadar air pada kelapa parut kering (desiccated coconut). Dalam penelitian kelapa parut kering ini dilakukan perlakuan suhu penyimpanan yang berdasarkan kasus di PT. XYZ yaitu suhu ruang, suhu dingin (ruangan ber-AC) dan suhu inkubator. Selama penyimpanan kelapa parut kering (desiccated coconut) dilakukan dengan rentang waktu 7 hari (hari ke-0, 7, 14 dan 21 hari). Berdasarkan hasil penelitian yang didapat rata-rata kadar sodium metabisulfit mengalami perubahan dalam rentang waktu 7 hari. Perlakuan suhu inkubator atau suhu yang terlalu tinggi mempercepat penurunan kadar sodium metabisulfit baik dari segi warna dan berat sampel. Sedangkan suhu ruang dan suhu dingin dari segi perubahan warna masih tetap terjaga dan kadar sodium metabilsufit tidak terjadi penurunan yang terlalu signifikan selama 21 hari.
Downloads
References
Bahtiar, A., Noor, T. I., & Setia, B. (2020). Keragaan Agroindustri Kelapa Parut Kering ( Desiccated Coconut ) (Studi Kasus Pada Agroindustri Kelapa Parut Kering di Desa Cidadali Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 7(1), 182. https://doi.org/10.25157/jimag.v7i1.2585
Efendi, R. (2011). Kombinasi Pemberian Natrhim Bisuifit (Nahso dan Pengurangan Santan Dalam Pembuatan Kelapa Parut Kering. Sagu, 10(1), 35-41. http://dx.doi.org/10.31258/sagu.v10i01.628
Gelfaro, K., Widyasanti, A., & Nanda, M. A. (2023). Pengaruh Proses Pembekuan Daging Kelapa (Cocos nucifera L.) Terhadap Karakteristik Produk Kelapa Parut Kering. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 11(2), 168-175. http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkptb.2023.011.02.06
Hairiyah, N., & Amalia, R. R. (2018). Perencanaan Agregat Produksi Kelapa Parut Kering di PT. XYZ. Jurnal Teknologi Agro-Industri, 5(1), 32-41. https://doi.org/10.34128/jtai.v5i1.67
Kurniawan, H., Muiz, A., Mbele, M. I. F., Dini, R. O., & Baskara, Z. W. (2020). Karakteristik Pengeringan Kelapa Parut Menggunakan Alat Pengering Silinder Tipe Rak. Agrointek, 14(2), 286–294. https://doi.org/10.21107/agrointek.v14i2.6268
Lakamisi, H., & Umasugi, L. (2018). Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pengolahan Kelapa Parut Kering (Desiccated Coconut) (Studi Kasus Pada PT. Gailolo Coco Industri di Desa Luari Kecamatan Tobelo Utara). Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 11(1), 49. https://doi.org/10.29239/j.agrikan.11.1.49-52
Nuroso, A. (2013). Pengolahan Kelapa Parut Kering (Desiccated Coconut) Di Pt. Kokonako Indonesia Pulau Palas Indragiri Hilir Riau. Jurnal Teknologi Pertanian, 2(2), 50–56. https://doi.org/10.32520/jtp.v2i2.56
Oktari, R. D., Siregar, A. P., & Meitasari, D. (2023). Analisis Ekspor Kelapa dan Produk Olahan Kelapa Indonesia di Pasar Uni Eropa: Pendekatan Indeks Spesialisasi Perdagangan. Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian, 8(4), 163-168. https://doi.org/10.37149/jimdp.v8i4.416
Pratiwi, E., Putri, A. S., & Gunantar, D. A. (2020). Pengaruh Suhu Pengeringan pada Pembuatan Kelapa Parut Kering (Desiccated Coconut) Terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik. Jurnal Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian, 15(2), 10. https://doi.org/10.26623/jtphp.v15i2.2622
Purnamasari, I., Zamhari, M., & Putri, S. (2021). Pembuatan Tepung Serat Tinggi Dari Ampas Kelapa (Cocos Nucifera) Dengan Metode Pengeringan Beku Vakum. KINETIKA, 12(1), 45-50.
Subagio, A. (2011). Potensi daging buah kelapa sebagai bahan baku pangan bernilai. Jurnal Pangan, 20(1), 15-26. https://doi.org/10.33964/jp.v20i1.4
Wardah, S. (2016). Model Pemilihan Pemasok Bahan Baku Kelapa Parut Kering dengan Metode AHP (Studi Kasus PT. Kokonako Indonesia). Jurnal Optimasi Sistem Industri, 12(2), 352. https://doi.org/10.25077/josi.v12.n2.p352-357.2013
Wardah, S., Amran, T. G., & Moengin, P. (2013). Rancang Bangun Model Persediaan Dan Pemilihan Pemasok Bahan Baku Kelapa Parut Kering Di Pt. X. Jurnal Teknik Industri, 3(1), 20–35. https://doi.org/10.25105/jti.v3i1.1583
Widyasari, R., Kurniawan, H., Hidayat, A. F., & Lombok, K. (2021). Teknologi tepat guna pada industri virgin coconut oil dengan prinsip zero waste. Buletin Udayana Mengabdi, 20(1), 1-6.. https://doi.org/10.24843/bum.2021.v20.i01.p01
Yulvianti, M., Ernayati, W., & Tarsono, T. (2015). Pemanfaatan ampas kelapa sebagai bahan baku tepung kelapa tinggi serat dengan metode freeze drying. Jurnal Integrasi Proses, 5(2), 101–107. http://dx.doi.org/10.36055/jip.v5i2.246
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Titin Sanawiyah, Angga Tritisari, Rozana Rozana, Maulida Maulida

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













1.png)
