ANALISIS KANDUNGAN KADAR AIR PADA KOPI FERMENTASI MENGGUNAKAN METODE GRAVIMETRI

Authors

  • Fitri Yani Politeknik Negeri Sambas
  • Miswandi Politeknik Negeri Sambas
  • Devi Nur Trisni Politeknik Negeri Sambas
  • Fajar Politeknik Negeri Sambas
  • Evril Yolanda Politeknik Negeri Sambas
  • Anis Nurya Politeknik Negeri Sambas
  • Juanda Juanda Politeknik Negeri Sambas

DOI:

https://doi.org/10.58184/miki.v3i3.538

Keywords:

kopi fermentasi, kadar air, metode gravimetri

Abstract

Kopi fermentasi adalah biji kopi yang telah mengalami proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme, seperti bakteri asam laktat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar air pada kopi fermentasi menggunakan metode gravimetri. Sampel yang digunakan adalah kopi fermentasi dengan perlakuan waktu 12, 24, dan 36 jam. Proses pengujian melibatkan alat seperti neraca analitik, oven, dan desikator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar air pada perlakuan 12 jam adalah 2,807%, pada 24 jam sebesar 4,315%, dan pada 36 jam mencapai 4,17%. Berdasarkan standar SNI 01-3542-2004, batas maksimum kadar air untuk kopi adalah 7%. Kopi dengan kadar air rendah memiliki daya simpan lebih lama, sedangkan kadar air tinggi dapat menyebabkan kopi mudah tengik dan meningkatkan risiko pertumbuhan mikroorganisme. Penelitian ini menunjukkan bahwa waktu fermentasi berpengaruh signifikan terhadap kadar air biji kopi. Perlakuan 12 jam menghasilkan kadar air terendah, yang menunjukkan penguapan air lebih optimal dalam waktu singkat. Sebaliknya, fermentasi 24 jam memiliki kadar air tertinggi, kemungkinan akibat penyerapan kelembapan selama fermentasi. Hasil ini memberikan wawasan penting tentang pengolahan kopi fermentasi yang dapat diterapkan untuk memperpanjang umur simpan dan meningkatkan kualitas produk. Dengan kadar air yang sesuai standar, kopi fermentasi dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi pengaruh proses fermentasi terhadap karakteristik lain, seperti rasa, aroma, dan kandungan antioksidan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aditya, I. W., Nocianitri, K. A., & Yusasrini, N. L. A. (2015). Kajian kandungan kafein kopi bubuk, nilai pH dan karakteristik aroma dan rasa seduhan kopi jantan (pea berry coffee) dan betina (flat beans coffee) jenis arabika dan robusta. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan (Itepa), 5(1), 1–12.

Alwi, A. L., Nuraisyah, A., Ulma, Z., Mastutik, L., & Nirmala Kusumaningtyas, R. (2023). Water content comparison of green bean and roasted bean of robusta gumitir coffee based on processing method and roast level. Gontor Agrotech Science Journal, 9(1), 82–88. https://doi.org/10.21111/agrotech.v9i1.9900

Anggia, M., & Wijayanti, R. (2023). Studi proses pengolahan kopi metode kering dan metode basah terhadap rendemen dan kadar air. Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta, 2(2), 137–141. https://doi.org/10.47233/jppie.v2i2.996

Azizah, M., Sutamihardja, R. T. M., & Wijaya, N. (2019). Karakteristik kopi bubuk arabika (Coffea arabica L) terfermentasi saccharomyces cerevisiae. Jurnal Sains Natural, 9(1), 37–46. https://doi.org/10.31938/jsn.v9i1.173

Budi, D., Mushollaeni, W., Yusianto, Y., & Rahmawati, A. (2020). Characterization of Robusta Coffee (Coffea canephora) from Tulungrejo Fermented with Saccharomyces cerevisiae. Jurnal Agroindustri, 10(2), 129–138. https://doi.org/10.31186/j.agroindustri.10.2.129-138

Damayanti, A. E., Wirjatmadi, B., & Sumarmi, S. (2023). Benefits of coffee consumption in improving the ability to remember (memory): A narrative review. Media Gizi Kesmas, 12(1), 463–468. https://doi.org/10.20473/mgk.v12i1.2023.463-468

Dhamayanthie, I. (2022). Analisis metode pengurangan kadar air pada biji kopi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 12056–12065. https://doi.org/10.31004/jptam.v6i2.4366

Ferreira, L. J. C., Case, I. N., Bertarini, P. L. L., de Oliveira, L. M., & Santos, L. D. (2024). Impact of immature coffee fruits and water addition during spontaneous fermentation process: Chemical composition and sensory profile. Electronic Journal of Biotechnology, 69, 21–29. https://doi.org/10.1016/j.ejbt.2024.04.001

Janah, N., Nurlaili, E. P., & Dhani, A. U. (2022). Identifikasi Uji Mutu Dan Sensori Kopi Bubuk. Jurnal Agrifoodtech, 2(2), 40–48. https://doi.org/10.56444/agrifoodtech.v2i2.1378

Mardjan, S. S., Purwanto, E. H., & Pratama, G. Y. (2022). Pengaruh Suhu Awal Dan Derajat Penyangraian Terhadap Sifat Fisikokimia Dan Citarasa Kopi Arabika Solok. Jurnal Keteknikan Pertanian, 10(2), 108–122. https://doi.org/10.19028/jtep.010.2.108-122

Prasetyo, T. F., Isdiana, A. F., & Sujadi, H. (2019). Implementasi alat pendeteksi kadar air pada bahan pangan berbasis internet of things. Smartics Journal, 5(2), 81–96. https://doi.org/10.21067/smartics.v5i2.3700

Setyabudhi, H. A., & Wibowo, A. (2021). Warta Pengujian Kadar Air Benih Kopi dengan Empat Metode Persiapan Sampel Berbeda. Warta Pusat Penelitian Kopi Dan Kakao Indonesia, 33(2), 8–12.

Srijuliani, E., Suhartatik, N., & Wulandari, Y. W. (2021). Total bakteri pembentuk asam yoghurt tempe dengan penambahan ekstrak kopi (Coffea sp.). JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI), 6(2), 88–95. https://doi.org/10.33061/jitipari.v6i2.5342

Sukmawati, S., Patang, P., & Sukainah, A. (2024). Pemanfaatan Bakteri Asam Laktat Indigenous Kopi Robusta sebagai Starter pada Fermentasi Kopi Arabika Asal Toraja. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 10(1), 11-18.

Wicaksono, P. E. (2018). Penentuan Kadar Kandungan Air Pada Biji Kopi Arabika Dengan Teknik Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) (Undergradute’s Thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Institut Teknologi Sepuluh Nopember Repository.

Published

2025-09-30

How to Cite

Yani, F., Miswandi, M., Trisni, D. N., Fajar, F., Yolanda, E., Nurya, A., & Juanda, J. (2025). ANALISIS KANDUNGAN KADAR AIR PADA KOPI FERMENTASI MENGGUNAKAN METODE GRAVIMETRI. Media Ilmiah Kesehatan Indonesia, 3(3), 112–116. https://doi.org/10.58184/miki.v3i3.538

Issue

Section

Research Articles