ANALISIS KADAR GULA DAN PROTEIN PADA MINUMAN FUNGSIONAL NABATI (KEDELAI DAN JAGUNG) DENGAN VARIASI PENAMBAHAN KACANG HIJAU, KACANG MERAH, DAN BERAS MERAH
DOI:
https://doi.org/10.58184/miki.v3i3.753Keywords:
gula, minuman nabati, proteinAbstract
merupakan gabungan dari bahan kacang kedelai, jagung, kacang hijau, kacang merah, dan beras merah. Tujuan penelitian ini, yaitu menganalisis kadar gula dan protein pada minuman fungsional nabati berbahan dasar kedelai dan jagung dengan variasi penambahan bahan berupa kacang hijau, kacang merah, dan beras merah. Pendekatan yang dilakukan, yaitu secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor perlakuan, yakni jenis bahan tambahan dan waktu pemasakan (20, 25 dan 30 menit) pada suhu 70°C. Analisis kadar gula dengan metode refraktometer brix, sementara kadar protein metode kjeldahl. Hasil analisis kadar gula menunjukkan bahwa kombinasi bahan dan waktu pemasakan tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kadar gula. Perlakuan terbaik terdapat pada kombinasi kacang hijau, waktu 20 menit dengan kadar gula terendah 14,77%. Hasil analisis kadar protein menunjukkan adanya perbedaan signifikan, baik dari segi jenis bahan maupun waktu pemasakan. Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi kacang hijau, waktu 25 menit dengan kadar protein tertinggi sebesar 7,32%. Kesimpulannya adalah kadar gula tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jenis bahan dan waktu pemasakan serta belum memenuhi standar Badan Pengawas Obat dan Makanan yang berkisar antara 5-7%. Kadar protein memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jenis bahan dan waktu pemasakan serta telah memenuhi standar Badan Pengawas Obat dan Makanan karena minimal 2,5% kadar protein dalam minuman nabati.
Downloads
References
Akbar, R., & Murtini, E. S. (2018). Optimasi suhu dan waktu pemanasan terhadap profil warna minuman sari tebu. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 6(3), 48–57. https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2018.006.03.6
Alifandi, T. A., Setya, E. A., & Partha, I. B. B. (2024). Pembuatan Minuman Susu Kedelai Dengan Campuran Buah Pisang Susu (Musa acuminata'Lady Finger'). AGROFORETECH, 2(3), 1480–1492.
Ameliya, R., & Handito, D. (2018). Pengaruh lama pemanasan terhadap vitamin C, aktivitas antioksidan dan sifat sensoris sirup kersen (Muntingia calabura L.). Pro Food, 4(1), 289–297. https://doi.org/10.29303/profood.v4i1.77
Babalola, F. U., & Fajoye, O. E. (2021). Temperature and Time Model for Optimum Nutritional Contents in Soymilk Processing. European Journal of Biology and Biotechnology, 2(2), 45–50. https://doi.org/10.24018/ejbio.2021.2.2.163
Badan Pengawasan Obat dan Makanan. (2016). Kategori Pangan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia: Indonesia. Jakarta: BPOM RI.
Badan Pengawasan Obat dan Makanan. (2017). Minuman Sari Kedelai. Jakarta: BPOM RI.
Dewi, E. Y., Yuliani, E., & Rahman, B. (2022). Analisis peran sektor pertanian terhadap pertumbuhan perekonomian wilayah. Jurnal Kajian Ruang, 2(2), 229–248. http://dx.doi.org/10.30659/jkr.v2i2.20961
GoodStats. (2024). Mulai Sadar Kesehatan, Ini Tren Konsumsi Makanan dan Minuman Manis di Indonesia. https://data.goodstats.id/statistic/mulai-sadar-kesehatan-ini-tren-konsumsi-makanan-dan-minuman-manis-di-indonesia-WH3nH
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. (2024). Kemenperin jaring dan kembangkan IKM pangan inovatif melalui program Indonesia Food Innovation 2024. https://ikm.kemenperin.go.id/kemenperin-jaring-dan-kembangkan-ikm-pangan-inovatif-melalui-program-indonesia-food-innovation-2024
Marsono, Y., Wiyono, P., & Noor, Z. (2002). Indeks glikemik kacang-kacangan. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 13(3), 13–20.
Mukminah, N., Triastuti, D., & Rahayu, W. (2023). Karakteristik mutu dan organoleptik yoghurt sari beras merah (Oryza nivara L.) dengan variasi penambahan susu skim. Gunung Djati Conference Series: Prosiding Seminar Nasional Pertanian, 33, 1–9. UIN Sunan Gunung Djati Bandung. https://conferences.uinsgd.ac.id/
Picauly, P., Talahatu, J., & Mailoa, M. (2015). Pengaruh penambahan air pada pengolahan susu kedelai. Jurnal Teknologi Pertanian, 4(1), 8–13.
Purwaningsih, I., Hardiyati, R., Zulhamdani, M., Laksani, C. S., & Rianto, Y. (2021). Current status of functional foods research and development in Indonesia: opportunities and challenges. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 32(1), 83–91. https://doi.org/10.6066/jtip.2021.32.1.83
Putri, A. (2017). Pengaruh Penambahan Jagung Manis (Zea Mays Saccharata) Terhadap Uji Organoleptik Pada Rolade Tempe. Risenologi, 2(2), 111–119. https://doi.org/10.47028/j.risenologi.2017.22.18
Rochmah, A. V. N., & Kurniawati, E. (2024). Multigrain rice instan sebagai pangan fungsional dengan tinggi protein dan serat pangan: Multigrain rice instant as functional food with high protein and dietary fiber. NaCIA (National Conference on Innovative Agriculture), 322–334. Politeknik Negeri Jember. https://ocs.polije.ac.id/index.php/pnacia/article/view/88
Septinah, D. (2015). Identifikasi kadar protein susu kedelai (Studi di Pasar Legi Jombang) (Undergraduate’s Thesis, STIKes Insan Cendekia Medika Jombang). STIKes Insan Cendekia Medika Jombang Repository. https://repository.itskesicme.ac.id/id/eprint/4678/
Sinaga, E. F., Suparthana, P., & Hapsari, N. M. I. A. (2021). Pengaruh penambahan puree kacang merah (Phaseolus vulgaris) terhadap karakteristik nugget jamur tiram (Pleurotus ostreatus). Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan (ITEPA), 10(3), 472–483. https://doi.org/10.24843/itepa.2021.v10.i03.p14
Widyantari, A. S. S. (2020). Formulasi minuman fungsional terhadap aktivitas antioksidan. Widya Kesehatan, 2(1), 22–29.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 May Sarah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













1.png)
