ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA MASKER KULIT JERUK SIAM (Citrus nobilis var. microcarpa)
DOI:
https://doi.org/10.58184/miki.v1i1.84Keywords:
kulit jeruk Siam, masker, vitamin CAbstract
Kosmetik merupakan bahan untuk merawat tubuh dengan tujuan mempercantik diri. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kandungan vitamin C pada masker kulit jeruk siam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji kadar vitamin C dengan cara iodometri. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit jeruk siam yang digunakan sebagai masker. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan kadar vitamin C sampel berkode MI sebesar 14,0166%, M2 sebesar 13,1122%, dan M3 sebesar 14,0763%. Sedangkan pada uji sensori rata-rata kode pola M2 dan M3 untuk parameter warna adalah 3,62 dan untuk kode pola MI adalah 3,68, rata-rata kode pola M2 dan M3 untuk parameter tekstur adalah 3,28 dan 3,42, sedangkan rata-rata untuk Kode sampel MI 3,28 dan 3,42 adalah 2,82 dan untuk parameter aroma kode sampel M2 dan M3 dengan rata-rata 3,06 dan 3,34, kode sampel MI dengan rata-rata 3,00 Dan untuk penyimpanan pada suhu refrigerator (-10 oC) untuk pengujian, dibutuhkan 7 hari dan 3 hari pada suhu ruang (27-280 oC), berdasarkan hasil kandungan vitamin C siam pada masker kulit jeruk paling tinggi. Konten ditemukan dalam kode sampel MI dan M3. Berdasarkan data hasil uji sensori, sampel yang paling disukai adalah kode M2 dan M3. Selain itu, umur pakai paling lama berada pada suhu lemari es (-10 oC).
Downloads
References
AF, S. M., Widodo, W., & Widyarti, S. (2016). Formulasi Masker Alami Berbahan Dasar Bengkoang dan Jintan Hitam Untuk Mengurangi Kerutan pada Kulit Wajah. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 4(2), 22-35. https://doi.org/10.33366/cr.v4i2.466
Anjani, S., & Dwiyanti, S. (2013). Pengaruh proporsi kulit semangka dan tomat terhadap hasil jadi masker wajah berbahan dasar tepung beras. Jurnal Tata Rias, 2(3), 22-26.
Citra Cendikia Indonesia. (2016, CCI). Perkembangan Industri Kosmetik di Indonesia. http://cci-indonesia.com/2016/06/17/perkembangan-pasar-industri-kosmetik-dii-ndonesia-2010-2015/
Crisan, D., Roman, I., Crisan, M., Scharffetter-Kochanek, K., & Badea, R. (2015). The role of vitamin C in pushing back the boundaries of skin aging: an ultrasonographic approach. Clinical, cosmetic and investigational dermatology, 463-470.
Fitria, N. (2019, Oktober 28). Efek Samping Konsumsi Vitamin C Berlebihan pada Kesehatan.https://tirto.id/efek-samping-konsumsi-vitamin-c-berlebihan-pada-kesehatan-ekvs
Kembuan, M. V., Wangko, S., & Tanudjaja, G. N. (2012). Peran vitamin C terhadap pigmentasi kulit. Jurnal Biomedik: JBM, 4(3), 13-17. https://doi.org/10.35790/jbm.4.3.2012.1215
Pakaya, D. (2014). Peranan Vitamin C pada kulit. Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 1(2), 45-54.
Rohana, R. (2014). Pengaplikasian Masker Ekstrak Essensial Oil Mawar Pada Jenis Kulit Kering Untuk Usia Setengah Baya. Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera, 12(2), 24-29. https://doi.org/10.24114/jkss.v12i24.3575
Rudi, R., Sulistyaningtyas, F., & Ratnasari, D. (2017). Pembuatan Sediaan Masker Tepung Beras Organik Dan Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii Nees Ex Bl) Untuk Mengobati Kulit Pada Wajah Berjerawat. Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan), 1(1), 40-49. https://doi.org/10.51873/jhhs.v1i1.4
Susanto, Z. F. (2019). Asikin, N., & Arzalsyah. (2022). Kelayakan Masker Kulit Jeruk Pontianak (Citrus nobilis var. microcarpa) dan Daun Kelor untuk Mengurangi Wajah Berjerawat [Skripsi]. Library UNNES.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Cici Hermalaya, Andri Yuni Saputra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













1.png)
