Inovasi Produk Saus dari Terung Belanda: Respon Sensoris Akibat Penambahan Bumbu Esensial
DOI:
https://doi.org/10.58184/jfsa.v3i3.766Keywords:
terung belanda, saus, inovasi produkAbstract
Terung belanda (Cyphomandra betacea) merupakan buah bernutrisi di Indonesia dengan potensi ekonomi yang signifikan namun belum dimanfaatkan secara optimal. Pola konsumsi yang terbatas telah menghambat nilainya sehingga diperlukan inovasi produk untuk meningkatkan daya tariknya di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan saus terung belanda dengan nilai tambah dan menilai dampak adanya bumbu esensial terhadap penerimaan sensori produk tersebut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan tiga formulasi berbeda: F1 (lengkap dengan bawang putih dan bawang merah), F2 (tanpa bawang merah), dan F3 (tanpa bawang putih). Uji hedonik dilakukan dengan melibatkan 30 panelis tidak terlatih untuk mengevaluasi rasa, aroma, dan warna saus pada skala 5 poin. Data dianalisis secara deskriptif untuk menentukan skor rata-rata tingkat kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satu jenis bumbu terbaik di semua asfek sensoris. Formulasi F1 paling disukai dari segi rasa, mencapai skor rata-rata tertinggi 4,1 disebabkan oleh kombinasi bumbu yang lengkap dan seimbang. Sebaliknya, formulasi F3 dalam hal aroma (skor rata-rata 3,5) dan warna (skor rata-rata 3,8), di mana aroma yang menarik terkait dengan minyak asiri pada bawang merah dan warna yang menarik dihasilkan dari proses karamelisasi gula dan bawang merah saat pemasakan. Kesimpulannya, F1 adalah formulasi optimal untuk mendapatkan rasa yang paling diinginkan, sementara F3 unggul dalam memberikan aroma dan tampilan visual yang lebih baik. Penelitian ini menyoroti peran penting dari kombinasi bumbu spesifik dalam menentukan profil sensoris akhir dari produk inovatif berbasis terung belanda.
Downloads
References
Adam, R. N. I. (2023). Penerimaan Konsumen Terhadap Penambahan Bawang Merah Pada Formulasi Bakso Tempe [Undergraduate thesis, Universitas Bakrie]. Universitas Bakrie Repository. https://repository.bakrie.ac.id/8597/
Ali, N. L. (2023). Etnobotani tumbuhan rempah-rempah bumbu masakan di Kecamatan Pulau Ternate Kota Ternate Provinsi Maluku Utara [Undergraduate thesis, UIN Malang]. Etheses UIN Malang. https://etheses.uin-malang.ac.id/58284/
Arizona, B. (2023). Sosialisasi Pembuatan Produk Lokal Selai Dari Terong Belanda di Desa Despot Linge. Dharma Pengabdian Perguruan Tinggi (DEPATI), 3(2), 136–141. https://doi.org/10.33019/depati.v3i2.4545
Ayustaningwarno, F., Rustanti, N., Afifah, D. N., & Anjani, G. (2021). Teori dan Aplikasi Teknologi Pangan. Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.
Erick, M. (2023). Pengaruh Penambahan Bubuk Lada Putih (Piper Nigrum) Terhadap Kualitas Organoleptik Telur Asin Dengan Metode Penggaraman Basah [Undergraduate thesis, Universitas Islam Kuantan Singingi]. UNIKS Repository. http://repository.uniks.ac.id/id/eprint/570/
Fathan, M. (2017, March 27). Yuk, ajak petani budidayakan terong Belanda. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/masfathan66/58d8c342ef96730a13a28162/yuk-ajak-petani-budidayakan-terong-belanda
Kusumaningrum, M., Legowo, A. M., & Santoso, S. I. (2018). Studi Potensi Investasi Olahan Buah Terung Belanda (Cyphomandra Betacea Sent) Di Dusun Tekelan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian, 15(27), 20–32.
Nasution, S. P., & Hasibuan, A. (2024). Analisis Permintaan Buah Terong Analisis Permintaan Buah Terong Belanda (Solanum betaceum) (Studi Kasus: Pasar Induk Kecamatan Medan Tuntungan). Agriprimatech, 7(1), 8–16.
Pramudhiaz, E. I. (2023, August 22). Tiga cara jitu Kementerian Pertanian dongkrak daya saing hortikultura. Tribunnews.com. https://www.tribunnews.com/bisnis/2023/08/22/tiga-cara-jitu-kementerian-pertanian-dongkrak-daya-saing-hortikultura
Putri, W. D. R., & Fibrianto, K. (2018). Rempah untuk pangan dan kesehatan. Universitas Brawijaya Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ansar, Agus Salim Syam, Aziza Noor Sheha Arfah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














1.png)
